88Menumbuhkan sikap nasionalisme warga negara muda di Era Globalisasi melalui p en didikan kewarganegaraan di PT - Lisa Retnasari, Yayuk Hidayah Jurnal Basicedu Vol 4 No 1 Januari 2020 p-ISSN
Buktisikap nasionalisme warga negara terhadap negara dapat dilihat dalam? Kesiapan menjadi anggota TNI Kerelaan berkorban dalam membela tanah air Kesediaan mengorbankan harta demi kepentingan bersama Kepatuhan dalam menjalakan peraturan yang berlaku Semua jawaban benar Jawaban yang benar adalah: B. Kerelaan berkorban dalam membela tanah air.
Buktisikap nasionalisme warga negara terhadap negara dapat dilihat dalam? A. Kesiapan menjadi anggota TNI B. Kerelaan berkorban dalam membela tanah air C. Kesediaan mengorbankan harta demi kepentingan bersama D. Kepatuhan dalam menjalakan peraturan yang berlaku Semua jawaban benar Jawaban: B. B. Kerelaan berkorban dalam membela tanah air
zF0Trx. Ilustrasi Bagaimana Hubungan antara Nasionalisme dan Patriotisme Jelaskan, Foto Unsplash Mufid MajnunNasionalisme dan patriotisme adalah dua istilah yang sering disebut di kehidupan sehari-hari. Bahkan kedua hal tersebut harus dimiliki oleh warga negara Indonesia. Lantas, bagaimana hubungan antara nasionalisme dan patriotisme jelaskan!Untuk menjawab soal tersebut, definisi nasionalisme dan patriotisme harus dipahami terlebih dahulu. Dengan demikian, hubungan bahkan contoh dari hal tersebut bisa dipahami dengan lebih Nasionalisme dan PatriotismeIlustrasi Bagaimana Hubungan antara Nasionalisme dan Patriotisme Jelaskan, Foto Unsplash Mufid MajnunMengutip buku Pendidikan Nasionalisme Teori dan Aplikasi, Usman Mafrukhin 202010, menurut Rukiyati, nasionalisme adalah perasaan satu sebagai suatu bangsa, satu dengan seluruh warga yang ada dalam masyarakat. Karena kuatnya rasa yang dimiliki maka timbulah rasa cinta bangsa dan tanah dapat dilihat bahkan di kehidupan sehari-hari, seperti mengikuti upacara bendera, melestarikan berbagai budaya Indonesia, bertoleransi dengan perbedaan, dan lain sebagainya. Pada intinya, semua hal yang berkaitan dengan cinta pada negeri sendiri tanpa menjelek-jelekan negara lain adalah contoh dari patriotisme adalah perasaan yang rela berkorban segala hal demi kesejahteraan bangsa. Patriotisme perlu dibuktikan sehingga tak hanya dalam lisan maupun perasaan dari sikap patriotisme adalah menolong orang lain yang sedang kesulitan, mengembangkan kegiatan usaha untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, menjaga hubungan yang harmonis antar warga negara, dan lain antara Nasionalisme dan PatriotismeIlustrasi Bagaimana Hubungan antara Nasionalisme dan Patriotisme Jelaskan, Foto Unsplash Nick Agus AryaLantas apa jawaban dari pertanyaan “bagaimana hubungan antara nasionalisme dan patriotisme jelaskan”? Jadi, kedua sikap tersebut masih berkaitan dengan kesejahteraan bangsa dan negara, yang mana nasionalisme adalah rasa cintanya dan patriotisme adalah sikap rela berkorban untuk yang seseorang mempunyai sikap patriotisme, maka tentu ia mempunyai rasa nasionalisme karena ia tidak akan berkorban terhadap hal yang tak dicintainya. Adanya sikap patriotisme juga bisa semakin menumbuhkan rasa nasionalisme sendiri bahkan bangga karena mempunyai rasa pun ada karena patriotisme. Tanpa adanya patriotisme, maka tidak ada orang yang rela untuk menanamkan sikap tersebut ke orang lainnya hingga jawaban untuk pertanyaan “bagaimana hubungan antara nasionalisme dan patriotisme jelaskan”. Semoga bisa menjadi pelajaran bagi semua warga negara Indonesia. LOV
Related PapersABSTRAK Artikel ini bertujuan untuk menganalisis masalah-masalah yang tercermin akibat pudarnya rasa nasionalisme dan patriotism generasi muda ; mengetahui sejauh mana pentingnya Pancasila dalam menumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotism generasi muda di era global; memberikan gambaran kepada generasi muda akan pentingnya rasa nasionalisme dan patriotisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara; dan cara menumbuhkan jiwa nasionalisme pada generasi milenial Indonesia. Semangat nasionalisme dan patriotism di kalangan generasi muda mulai menurun. Semangat nasionalisme generasi penerus bangsa semakin menurun, hal ini bisa dilihat dari banyaknya generasi muda yang menganggap bahwa budaya barat lebih modern dibanding dengan budaya sendiri. Padahal salah satu ciri suatu bangsa mencintai bangsanya sendiri adalah dengan mencintai dan melestarikan budaya sendiri agar terus dapat dimiliki oleh bangsanya. Dengan memiliki rasa cinta akan tanah air maka akan membangkitkan rasa nasionalisme tiap bangsa Indonesia. Generasi muda terutama di kalangan mahasiswa pelajar, banyak mengekor budaya barat dari pada budaya sendiri. Hal ini bisa dilihat dari cara bersikap, berpakaian, berbicara sampai pola hidup yang cenderung meniru budaya asing dari pada budayanya sendiri. Untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme pada generasi muda atau generasi milenial dapat dilakukan dengan berbagai cara. Metode yang digunakan bisa berupa hal yang menarik minat generasi milenial untuk melakukannya sehingga tidak muncul perasaan yang mudah bosan dan menjenuhkan. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan semangat nasionalisme yaitu 1 refleksi sejarah, 2 melalui upacara bendera, 3 memperkenalkan berbagai keragaman budaya bangsa, 4 melalui pembelajaran pendidikan kewarganegaraan, 5 melalui pengenalan tokoh sejarah, 6 memakai dan mencintai produk hasil produksi dalam negeri, 7 film dan Indonesia sebagai negara berbangsa yang satu tidak dapat menghindari tantangan globalisasi, tetapi dengan berpegang pada Pancasila sebagai prinsip panduannya, Indonesia dapat mempertahankan keberadaan dan identitasnya. Artikel ini berpendapat bahwa memelihara semangat nasionalisme dalam benak generasi muda sejak masa kanak-kanak akan membuat mereka lebih tahan terhadap pengaruh negatif dan kemerosotan moral yang merajalela di era globalisasi. Dengan demikian, dapat memperkuat moralitas dan etika melalui pendidikan Pancasila, generasi muda Indonesia akan lebih siap menghadapi globalisasi dan mempertahankan identitas Indonesia pada saat yang bersamaan. Kata Kunci Pancasila, Globalisasi, Generasi Muda, Nasionalisme PENDAHULUAN Salah satu permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia dewasa ini adalah memudarnya semangat nasionalisme dan patriotisme di kalangan generasi muda. Hal ini disebabkan banyaknya pengaruh budaya asing yang banyak masuk di negara kita, akibatnya banyak generasi muda yang melupakan budaya sendiri karena menganggap bahwa budaya asing merupakan budaya yang lebih modern dibanding budaya bangsa sendiri. Hal ini berakibat nilai-nilai luhur bangsa banyak diabaikan hampir terjadi disebagian besar generasi muda. Sejak dahulu dan sekarang ini serta masa yang akan datang peranan pemuda atau generasi muda sebagai pilar, penggerak dan pengawal jalannya pembangunan nasional sangat diharapkan. Melalui organisasi dan jaringannya yang luas, pemuda dan generasi muda dapat memainkan peran yang lebih besar untuk mengawal jalann pembangunan nasional. BerbagaiIndonesia sebagai negara bangsa tidak dapat menghindari tantangan globalisasi, tetapi dengan menganut Pancasila sebagai prinsip yang membimbing, Indonesia akan mampu mempertahankan eksistensi dan identitasnya. Makalah ini berpendapat bahwa memupuk semangat nasionalistik dalam benak generasi muda sejak masa kanak-kanaknya akan membuat mereka lebih tahan terhadap pengaruh negatif dan dekadensi moral yang maraknya dalam globalisasi era. Dengan demikian, dengan memperkuat moralitas dan etika melalui Pendidikan Pancasila, generasi muda Indonesia akan lebih siap menghadapi globalisasi dan menjaga jati diri Indonesia pada saat yang sama. A. PENDAHULUAN dahulu dan sekarang ini serta masa yang Salah satu permasalahan yang akan datang peranan pemuda atau generasi dihadapi bangsa Indonesia dewasa ini muda sebagai pilar, penggerak dan adalah memudarnya semangat pengawal jalannya pembangunan nasional nasionalisme dan patriotisme di kalangan sangat diharapkan. Melalui organisasi dan generasi muda. Hal ini disebabkan jaringannya yang luas, pemuda dan banyaknya pengaruh budaya asing yang generasi muda dapat memainkan peran banyak masuk di negara kita, akibatnya yang lebih besar untuk mengawal jalann banyak generasi muda yang melupakan pembangunan nasional. Berbagai budaya sendiri karena menganggap bahwa permasalahan yang timbul akibat rasa budaya asing merupakan budaya yang nasionalisme dan kebangsaan yang lebih modern dibanding budaya bangsa memudar banyak terjadi belakangan ini, sendiri. Hal ini berakibat nilai-nilai luhur banyak generasi muda atau pemuda yang bangsa banyak diabaikan hampir terjadi mengalami disorientasi, dislokasi dan disebagian besar generasi muda. Sejak terlibat pada suatu kepentingan yang hanya 1Indonesia sebagai negara bangsa tidak dapat menghindari tantangan globalisasi, tetapi dengan berpegang pada Pancasila sebagai prinsip panduannya, Indonesia akan dapat mempertahankan keberadaan dan identitasnya. Makalah ini berpendapat bahwa memelihara semangat nasionalistik dalam benak generasi muda sejak masa kanak-kanak akan membuat mereka lebih tahan terhadap pengaruh negatif dan kemerosotan moral yang merajalela di era globalisasi. Dengan demikian, dengan memperkuat moralitas dan etika melalui pendidikan Pancasila, generasi muda Indonesia akan lebih siap menghadapi globalisasi dan mempertahankan identitas Indonesia pada saat yang sebagai negara bangsa tidak dapat menghindari tantangan globalisasi, tetapi dengan berpegang pada Pancasila sebagai prinsip panduannya, Indonesia akan dapat mempertahankan keberadaan dan identitasnya. Artikel ini berpendapat bahwa memelihara semangat nasionalistis dalam benak generasi muda sejak masa kanak-kanak akan membuat mereka lebih tahan terhadap pengaruh negatif dan kemerosotan moral yang merajalela di era globalisasi. Dengan demikian, dengan memperkuat moralitas dan etika melalui pendidikan Pancasila, generasi muda Indonesia akan lebih siap menghadapi globalisasi dan mempertahankan identitas Indonesia pada saat yang as a nation state cannot avoid the challenges of globalization, but by adhering to the Pancasila as its guiding principles, Indonesia will be able to maintain its existence and identity. This paper argues that nurturing nationalistic spirit within the mind of young generation since times of childhood will make them more resilient to the negative influence and moral decadence rampant in the era globalization. Thus, by strengthening the morality and ethics through Pancasila education, the young generation of Indonesia will be more equipped to face globalization and maintaining Indonesian identity at the same time. PENDAHULUAN Salah satu permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia dewasa ini adalah memudarnya semangat nasionalisme dan patriotisme di kalangan generasi muda. Hal ini disebabkan banyaknya pengaruh budaya asing yang banyak masuk di negara kita, akibatnya banyak generasi muda yang melupakan budaya sendiri karena menganggap bahwa budaya asing merupakan budaya yang lebih modern dibanding budaya bangsa sendiri. Hal ini berakibat nilai-nilai luhur bangsa banyak diabaikan hampir terjadi disebagian besar generasi muda. Sejak dahulu dan sekarang ini serta masa yang akan datang peranan pemuda atau generasi muda sebagai pilar, penggerak dan pengawal jalannya pembangunan nasional sangat diharapkan. Melalui organisasi dan jaringannya yang luas, pemuda dan generasi muda dapat memainkan peran yang lebih besar untuk mengawal jalann pembangunan nasional. Berbagai permasalahan yang timbul akibat rasa nasionalisme dan kebangsaan yang memudar banyak terjadi belakangan ini, banyak generasi muda atau
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, nasionalisme adalah paham ajaran untuk mencintai bangsa dan negara sendiri atau sifat kenasionalan. Sikap nasionalisme biasa disebut sebagai sikap cinta tanah air. Sikap ini harus dimiliki oleh setiap warga negara. Sikap ini juga harus ditumbuhkan dalam diri tiap individu sejak dini. Sikap ini dinilai penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta keutuhan suatu bangsa dan negara. Lalu, bagaimana cara mewujudkan sikap nasionalisme dengan keadaan di negara Indonesia saat ini?Berdasarkan hasil survei KIC Katadata Insight Center pada 13-17 Oktober 2020, 87,2% responden menyatakan lebih suka membeli merek dalam negeri, sisanya lebih suka produk merek luar negeri. Sekitar 88,8% responden juga menyatakan saat ini mereka lebih dominan menggunakan dan mengkonsumsi produk merek dalam negeri. Hasil survei ini menggambarkan suatu perwujudan dari sikap nasionalisme yaitu mencintai produk dalam negeri. Dengan mencintai produk dalam negeri dan mau menggunakannya, maka akan tumbuh rasa bangga terhadap bangsa dan negara sendiri. Hal ini baik untuk terus ditingkatkan dan dipertahankan. Selain mencintai produk dalam negeri, salah satu perwujudan dari sikap nasionalisme yaitu dengan cara menjaga dan melestarikan budaya. Laporan Digital 2021 yang berasal dari We Are Social dan Hootsuite, menunjukkan bahwa ada 202,6 juta pengguna internet di Indonesia. Jumlah pengguna internet meningkat dengan 27 juta antara 2020 dan 2021. Meningkatnya penggunaan media sosial ini dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk mempromosikan budaya Indonesia. Cara yang dapat dilakukan yaitu dengan pembuatan karya berupa tulisan, foto, maupun video yang membahas tentang budaya dan potensi yang dimiliki oleh Indonesia. Semakin banyak karya yang dibuat dan diunggah ke media sosial akan membuat Indonesia semakin dikenal oleh merupakan salah satu bentuk identitas bangsa dan negara. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar bukan hanya sebagai bentuk persatuan dan kesatuan, melainkan juga mencerminkan suatu sikap nasionalisme. Bahasa Indonesia termasuk dalam daftar bahasa yang paling banyak digunakan di dunia berdasarkan penuturnya. Selain itu, Indonesia juga memiliki 718 bahasa daerah. Ini merupakan suatu kebanggaan yang harus dijaga. Salah satu cara yang dapat dilakukan dalam penggunaan bahasa yaitu dengan menerapkan slogan dari Badan Bahasa yang berbunyi "Utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing". Pasal 27 ayat 3 Undang - Undang Dasar 1945 berbunyi, "Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara". Membela negara dan menjaga keutuhan suatu bangsa dan negara merupakan bentuk dari rasa cinta terhadap tanah air. Ini membuktikan bahwa membela negara juga termasuk dalam perwujudan sikap nasionalisme. Bela negara dapat dilakukan oleh setiap warga negara sesuai dengan profesinya masing-masing. Hal lain yang lebih sederhana yang dapat dilakukan untuk membela negara adalah dengan selalu menjaga nama baik bangsa dan produk dalam negeri, menjaga kelestarian budaya, dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta berpartisipasi dalam membela negara merupakan beberapa cara untuk mewujudkan sikap nasionalisme. Namun, perlu diketahui bahwa masih banyak cara lain untuk mewujudkan sikap nasionalisme ini. Sikap nasionalisme ini penting untuk membuat warga negara dapat lebih menghargai apa yang dimiliki oleh bangsa dan negaranya. Dengan mewujudkan sikap nasionalisme, maka diharapkan warga negara dapat lebih fokus terhadap potensi yang dimiliki oleh bangsa dan negaranya sendiri serta dapat mengembangkan dan meningkatkan potensi tersebut menjadi lebih baik lagi di masa depan. 1 2 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya