Air radiator menyembur. Air radiator juga bisa menjadi indikator. Jika merasa air radiator lebih cepat habis atau bahkan menyembur saat mobil dihidupkan, besar kemungkinan komponen radiator mobil mengalami kerusakan. Kondisi ini jelas membutuhkan perawatan. Mesin sering mati mendadak. Kondisi berikutnya adalah jika mesin mobil sering mati mendadak. 5. Rawat Radiator Mobil Secara Berkala. Lakukan perawatan radiator secara berkala. Setelah semua cara menguras radiator mobil dilakukan, selanjutnya yang kamu perlu hanya melakukan perawatan berkala. Air radiator atau coolant akan menguap sedikit demi sedikit karena panas setiap mesin diaktifkan. 4.1 Pengoperasian Mesin Diesel. Di dalam pengoperasian mesin diesel perlu diperhatikan beberapa prosedur pengoperasian, yaitu : 4.1.1 Pemeriksaan. Sebelum menstat mesin sebaiknya melakukan beberapa langkah dibawah ini : Memeriksa bagian mesin. Semua bagian mesin yang bergerak harus diperiksa untuk penyetelan, penyebarisan, dan mengetahui jika Air radiator yang tercampur dengan oli mesin akan terlihat seperti susu berwarna putih. Hal ini menjadi indikasi ada komponen pada mobil yang mengalami kerusakan. Baca Juga: Jarang Yang Tahu, Ini Beda Oli Mesin Diesel Dengan Oli Mesin Bensin. "Kalau air radiator sampai nyebrang ke oli mesin itu ada komponen yang jebol," buka Irfan Nugroho dari "Mesin motor overheat karena disebababkan cairan pendingin (air radiator atau coolang) mendidih," tambahnya. Lanjut Imam menjelaskan, tutup radiator itu berfungsi sebagai katup atau gerbang. Cara kerjanya, tutup radiator menjaga sirkulasi air radiator, mengatur kapan dialiri ke radiator atau ke tabung reservoir. Masih Ada yang Belum Tahu, Cara Isi Air Radiator Mobil yang Benar. Kompas.com - 06/10/2021, 10:22 WIB. M. Adika Faris Ihsan, Agung Kurniawan. Tim Redaksi. Lihat Foto. Coolant Radiator (www.wikihow.com) JAKARTA, KOMPAS.com - Radiator berperan penting sebagai sistem pendingin pada mesin kendaraan. Jika kondisi radiator tidak normal, maka mesin Radiator pada mobil juga sangat bisa terjadi kerusakan yang mengharuskan kita ganti dengan yang baru lho. Ini 3 penyebab utamanya Buka kap mesin dan buka tutup radiator (radiator cap) dengan cara memutarnya putar ke arah berlawanan jarum jam sambil ditekan. 4. Isi dengan cairan radiator hingga penuh dan pasang kembali radiator cap hingga rapat dan kencang. 5. Jangan lupa cek tempat penyimpanan air radiator cadangan. 6. Di sana ada batas minimum dan maksimum air radiator 5. Thermostat tidak berfungsi. Terakhir, penyebab air radiator berkurang drastis adalah thermostat tidak berfungsi. Thermostat bertugas memastikan air radiator tetap bersirkulasi. Jika thermostat tidak berfungsi atau mengalami kerusakan, hawa panas pada mesin akan terperangkap sehingga mesin mobil mengalami overheat. Ada 3 penyebab oli mesin bisa tercampur dengan air radiator. 1. Gasket Silinder. Antara kepala silinder dengan blok silinder terdapat paking atau gasket. "Gasket silinder ini bisa mengalami kerusakan sehingga air radiator di water jacket masuk ke silinder," buka Harry dari bengkel X-Boost Station. Baca Juga: Cuci Kap Mesin Mobil Masih Banyak EOf2aJ.